Kriuk
Krupuk
Gambaran
seorang anak
Yang
tak punya rasa iba
Akan
dirinya dan diri orang lain
Yang
ia rasa hanya pedih
Pedih
mata yang tak tertahan
Siang
malam terus ulungkan tangan
Pedih
kaki tangan
Tak
pernah memilih tempat beristirahat
Sebungkus
nasi terus ia usahakan
Demi
memenuhi isi lambung
Sepungut
sampah untuk esok
Demi
menyambung nyawa
Tak
pilih makan minum
Selama
masuk dalam perut
Tak
pilih lauk pauk
Jika
masih dapat melewati tenggorok
Yang
tinggi hanya bisa lebarkan bibir
Yang
bawah terus kerutkan dahi
Kehidupan
mu memang tak layak kawan
Tapi
engkau tetap berdiri melangkah
Jiwa
yang tiada lelah kawan
Sungguh
tamparan keras
Bagi
kami yang hanya bisa
Memandang
mu dari balik kaca mobil mewah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar