JANGAN PERNAH MALU DENGAN KELEBIHANMU, TUNJUKAN BAHWA KAMU MEMANG LEBIH DARI YANG LAIN

Minggu, 18 Januari 2015

Agama


Amanah

Senja itu
Saat mega merah menghiasi langit biru
Duduk diantara rimbunan rumput hijau bergoyang
Menyimak kucuran air ditepian sungai
Aku berangan aku ingin menjadi air

Walau ia keruh dan berwarna coklat
Ia tetap mengalir dengan tenang
Batu yang menghalang  ia lewati dengan mudahnya
Seperti tak ada beban seperti tak ada masalah

Tuhan…
Kau taruh pada pundak kami beban khalifah
Yang harus menjaga keseimbangan dunia ini
Namun, kami luput oleh dunia itu sendiri
Pakain yang  Kau titipkan Ini, harta yang Kau titipkan ini
Seakan telah membutakan mata kami
Membisukan mulut kami
Menutup nurani kami dengan mendung kelabu

Ya raab….
Tuhan yang menguasai hati manusia
Saat Kau tunjuk gunung untuk menjadi khalifah ia tak menyanggupi
Saat Kau perintah matahari ia tak dapat menjawab
Ketika Kau tunjuk manusia, dengan berani kita mengatan sanggup

Dalam sujudku ku, ku buka tangan mengadah pada-Mu
Tuhan… aku iri pada rumput, aku malu pada dedunan
Setiap saat mereka mensucikan nama-Mu
Setiap waktu mereka berdzikir menyebut nama-Mu

Dalam renungku…
Kapan, kapan dan kapan?
Aku bisa mengemban amanat yang lebih berat dari bumi itu
 Dalam sujudku aku selalu menghaturkan doa
Allahumma Ij’alni Taqiyan,Mu’adaban,’Afifan, Dzakkiyan, munjizan lil mawa’id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar