Ruruh
Menari dalam lapisan awan
Melirik pada sejuta impian kehidupan
Semerbak wangi kehidupan mulai terendus oleh hidung
Menitik sebuah pertanyaan yang tak terjawab
Mata itu bak mentari pagi
Menembus lapisan deduanan
Hingga tertapak pada bumi
Menyisakan bayang yang masih misteri
Ruruh…
Gemulai langkah yang kau pijakan
Sekan membuat batu yang cadas menjadi gembur
Mendinginkan gurun pasir berasap
Mencungkil gundah dalam jiwa yang padam
Saat ku panggi nama ruruh
Seakan darah ini berhenti untuk sekejap
Menikmati namamu, yang tak bisa diungkap bahkan tak bisa
dibaca
Mungkin ini satu pertanda dimana keagungan nama itu
Ruruh… terbanglah bersama mentari untuk menghangatkan jiwa
ini
Jadilah cahayanya yang menerangi bayangan malam yang pekat
Membuka aungan kegelapan hati yang penuh misteri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar