Kutu Mencuat
Menjalar tanpa kata
Menelusur masuk seribu alasan
Mata tak memandang namun terbuka
Jadikan kepala sasaran
Habiskan malam tuk menggurutu
Hati mengoceh alasan tak tentu
Gatal menjalar dengan garukan seribu
Tak berikan kebaikan hanya penggangu
Siang menghilang ditelan rindu
Kerikit malam hanyalah sendu
Ukiran tajam bibir bukan senyum madu
Namun tangis perih sakit haru
Kutu-kutu pengerat, pemuas hawa nafsu
Uang hilang harta tak terbilang
Mereka hanya kumpulan yang terbuang
Dari kumpulan kotor sampah palsu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar