JANGAN PERNAH MALU DENGAN KELEBIHANMU, TUNJUKAN BAHWA KAMU MEMANG LEBIH DARI YANG LAIN

Sabtu, 11 Oktober 2014

Individual


Hilang Jiwa

Seakan angin begitu mudah berlalu
Menari diatas rumput hijau nan indah
Mengitari seluruh rasa yang tumbuh dalam bumi
Menyelimuti setiap tubuh yang melaluinya

Begitu mudah angin merubah diri
Menyesuaikan dengan dan diamana mereka berada
Seakan mereka tak pernah kenal lelah untuk terus mengganti warnanya
Seakan angin tak membutuhkan lagi apa yang telah ia lewati

Rapuh tubuh seperti kehilangan pegangan
Hancur hati seperti tak memiliki cinta
Melihat angin yang lemah gemulai, namun kuat pendirian
Sakan aku manusia yang jelas lebih tegar, kalah jauh dengannya

Akan kah aku terus seperti ini?
Seperti ayam kehilangan induknya?
Kapan aku harus bangkit dari keterpurukan bodoh ini?
Melupakan apa yang aku lewati, dan mengambil pelajarannya?

Sakan angin telah berceloteh dalam diri mereka
Mencaciku, manusia yang seharusnya mempin bumi ini
Tertelungkup lemah didalam sangkar
Seperti perkutut yang tak terkunci didalammnya

Akan kah jiwa yang terus takut ini
Tak akan kembali pada masa lalunya yang gemilang
Masa lalu yang mengarumkan namanya
Namun na’as hanya karena secuil masalah, membusukkan namnya

Untuk kalian yang pernah berada dalam angin-angin
Dan kalian jatuh dari ketinggan itu, dan terperosok dalam jurang
Cobalah iri pada angin, cobalah pelajari perkutut dalam sangkar
Suatu saat kau akan berhasil dan kembali terbang


R.B.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar