Hilang Jiwa
Seakan
angin begitu mudah berlalu
Menari
diatas rumput hijau nan indah
Mengitari
seluruh rasa yang tumbuh dalam bumi
Menyelimuti
setiap tubuh yang melaluinya
Begitu
mudah angin merubah diri
Menyesuaikan
dengan dan diamana mereka berada
Seakan
mereka tak pernah kenal lelah untuk terus mengganti warnanya
Seakan
angin tak membutuhkan lagi apa yang telah ia lewati
Rapuh tubuh
seperti kehilangan pegangan
Hancur
hati seperti tak memiliki cinta
Melihat
angin yang lemah gemulai, namun kuat pendirian
Sakan aku
manusia yang jelas lebih tegar, kalah jauh dengannya
Akan kah
aku terus seperti ini?
Seperti
ayam kehilangan induknya?
Kapan aku
harus bangkit dari keterpurukan bodoh ini?
Melupakan
apa yang aku lewati, dan mengambil pelajarannya?
Sakan angin
telah berceloteh dalam diri mereka
Mencaciku,
manusia yang seharusnya mempin bumi ini
Tertelungkup
lemah didalam sangkar
Seperti
perkutut yang tak terkunci didalammnya
Akan kah
jiwa yang terus takut ini
Tak akan
kembali pada masa lalunya yang gemilang
Masa lalu
yang mengarumkan namanya
Namun na’as
hanya karena secuil masalah, membusukkan namnya
Untuk kalian
yang pernah berada dalam angin-angin
Dan kalian
jatuh dari ketinggan itu, dan terperosok dalam jurang
Cobalah
iri pada angin, cobalah pelajari perkutut dalam sangkar
Suatu saat
kau akan berhasil dan kembali terbang
R.B.S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar