Deras
Terselubung mengikat fikiran
Menghujam keras nurani
Membelah hati yang terikat kencang
Menikukkan asa yang melambung tinggi
Sekan menyayat daging dengan pisau
bambu
Menusuk rusuk dengan jarum jahit
Ku palingkan wajah, menganga keatas
Terlihat ribuan cawan berisi anggur
tersaji dimeja
Terukir tawa dan senyum diujung bibir mereka
Ditemani hidangan mewah ranum merekah
Seketika itu ku buangkan wajahku jauh
kebawah
Kupandang wajah lusu penuh peluh kumuh
Berkeliaran disisi kecoa dan tikus kotor
Temani mereka dalam tidur mendengkur
Keadaan terlihat begitu jauh
Bahkan pandangan, terkalahkan
Tapi adakah penyalur rasa pada keduanya??
Yang dapat menyeimbangkanya
Jika kutengok pagi
Terpampang keindahan seragam kemeja
Namun mata tak dapat sembunyikan perbedaan
Terselip tawa, pemegang gitar menyebar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar