Semut Hampa
Rombongan
semut yang menjalar
Saling
menyapa dan menegur
Sekan tiada
kata putus
Dan tak
ada rasa lelah untuk terus menyambung silaturahim
Sejajar
dan terus berhubungan
Terus memandang
kedepan tanpa melihat belakang
Memutar
sekan ia menyibukan diri sendiri
Hanya satu
tujuan yaitu mendapatakan makanan untuk sang ratu
Musuhnya
hanya cuaca yang tak pasti
Kadang
ia harus berselimut angin malam yang dingin
Dan kadang
pula ia harus menerjang teriknya matahari
Berkorban demi satu nyawa yang dapat
memberikan kelanjutan hidup
Jika ia
harus berjalan sendiri
Untuk memandang dan menyandang
Memikul
beratnya sisa makanan manusia sendiri berdiri
Tanpa ragu
ia pikul karena kepakaan sesama begitu tinggi
Kepekaan
akan kesusahan , kewajiban untuk saling membantu
Itu yang
ia pegang untuk keberanian yang tiada ujung
Namun sekan
manusia kini telah buta dengan lingkungan
Seekor
yang kecil yang memeberikan dampak yang besar
Seolah
ia adalah kereta kering yang diabaikan
Tak ada
yang mau menggunakannya untuk kehidupan
Akankah
manusia kembali mau belajar darinya
Belajar
dari kereta yang tak lagi dapat dipandang keelokannya
Sekan pintar
dalam kebodohan, bohong dalam kejujuran
Kehidupan
bukan berarti memaksakan kelemahan
Namun kehidupan
adalah bagaimana menggunakan kelemahan menjadi arti
Berarti
untuk mereka yang kita sayang dalam
kehidupan
Seperti
para semut yang mencintai ratunya
Lebih dari
diri mereka sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar