JANGAN PERNAH MALU DENGAN KELEBIHANMU, TUNJUKAN BAHWA KAMU MEMANG LEBIH DARI YANG LAIN

Kamis, 11 Juni 2015

Cinta



Balada Satu Asmara

Berasal dari hati, Untuk hati
Hati tau kapan ia membutuhkan, Kapan dibutuhkan
Tapi terkadang hati tak menemukan saat membutuhkan

Gersang pada rumput hijau padang sabana
Subur diatas kekrontangan padang pasir
Tumbuh tanpa harus mengenal kata kenapa
Menimbulkan dilema yang begitu agung luar biasa
Saat ku tulis sajak tak bertuan ini
Degup gencar jantung berpicu
Lemas tak berotot panca indra yang kumiliki
Terdengar sayup rindu atas namamu
Terlihat begitu linglung sapa menjauh
Entah kenapa gerangan ia begitu konyol nan pilu
Ia memang tak bertuan namun ia dimiliki

Terus tersebut saat mentari sepenggal mencuat dari timur
Terus tertancap saat bulan pancarkan sinar mulia
Kegelisan dalam benak fikiran yang carut-marut
Seakan hati ingin berlabuh namun badai menerjang
Jangkar yang terpancang terlepas dan menganga
Meninggalkan goresan luka yang lebar
Perih terkena air asin lautan
Lagi-lagi nama itulah yang keluar saat dunia tak peduli
Namun ku tau, paksa bukan jalan lurus untuk itu
Biarkan tetap, nama itu ada
Walau ia akan luntur saat hujan datang menerpa
Walau pecah saat gempa mengguncang menindas
Yakin akan kehidupan yang tak akan layu
Hidup bersama para merpati putih adlah jalanya
Agar ia ikut terbang bebas bersamanya
Melepaskan semuanya diatas udara
Meninggalkan asmara yang tak kenal dusta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar