JANGAN PERNAH MALU DENGAN KELEBIHANMU, TUNJUKAN BAHWA KAMU MEMANG LEBIH DARI YANG LAIN

Kamis, 25 Juni 2015

Pahlawan


Pangeran Pattimura


Berbisik diatas telinga
Menghembuskan desir nafas dengan senggal
Gemuruh jantung terdengar hingga putusnya asa
Derap yang terdengar begitu membisingkan telinga

Terkadang kemenangan bukan pilihan utama
Namun hanya jiwa keberanian yang diuji
Kabut pasir yang membumbung tingi
Menutup setiap wajah yang berpeluh keringat

Parang yang tersingkap didada seakan lapar
Kuda yang dipacu berderik mengangkat suara
Aungan para singa medan perang berkoar membakar huru-hara
Hanya ada satu panglima yang berdiri paling depan

Pattimura…
Pangeran tanah dayak
Peggempur pertahanan belanda yang menggumkan
Wajah garang yang terus terpampang
Mengucilkan keberanian penjajah

Bumi khatulistiwa yang makmur
Hijau dengan pepohonan rindang menjadi memar  berlubang
Darah yang mengenang seakan seperti kubangan lumpur becek
Seakan sudah jadi pandangan biasa setelah peperangan

Patimura yang agung
Seakan hidup bersama semangat juang bujang Kalimantan
Ia memang gugur dimedan perang
Namun hidup dihati kami
Abadi bersama udara Kalimantan yang hangat

Keberanian yang selalu diutarakan pada kami
Kobaran semangat yang disulut dihati kami
Seakan sudah manjadi darah daging dan tulang kami

Tak akan lekang oleh waktu
Tak akan berlumut dimakan umur
Tak akan lebur  dihantam angin zaman
Kami hidup karena pangeran pattimura ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar