Jago Merah
Petik
gemericik api
Terdengar
lantang menantang
Liukan
kobarnya sebagai bukti
Kepulan asap
membumbung bagai selendang
Merayap
cepat membakar diri
Rumput
dan hutan jadi pelataran
Melumat
lidah bumi, merusak harga diri
Rumpun
minang, korban keserakahan
Angin
datang bukan menghadang
Air
terpancar bukan harapan
Kini
hutan tinggal nama
Pepohonan
tinggal arang tak berguna
Sesak
nafas hirup karbondioksida
Akibat
lambat berikan upaya
Pendidikan
berantakan
Kesehatan
berantakan
Ekonomi
berantakan
Kehidupan
warga berantakan
Bumi
pertiwi jadi korban
Rakyat
jadi pasien kebiadaban
Kolaborasi
ambisi yang selaras
Menarik
maut mengudang pesakitan
Ego akan
harta tertata diatas
Derita
tak tertilik, manusiawi dikeruhkan
Pasrah
pada Tuhan pilihan utama
Berserah
pada pemerintah tak berguna
Titik air
mata sebagai doa
Harap
kasih sayangTuhan pada kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar