Agrusa
Kasih,
Kau, memicu ragaku kembali pada nyawamu
Memaksa nafsu berbisik di lestari sanubari
Aku berkutat tak bergerak di lingkaran
Mengintip pun aku tak toleh
Kau, memicu ragaku kembali pada nyawamu
Memaksa nafsu berbisik di lestari sanubari
Aku berkutat tak bergerak di lingkaran
Mengintip pun aku tak toleh
Berselimut embun senja, beralas pekatnya malam
Merasakan dirimu yang terus mengejar langkah
Memanjakan senyummu agar tak lekang
Aku selalu berpangku harap padamu
Merasakan dirimu yang terus mengejar langkah
Memanjakan senyummu agar tak lekang
Aku selalu berpangku harap padamu
Kasih,
Inginku puja namamu mengereta
Inginku peluk tubuhmu merekat erat
Cerah mentari pagi penghilang gelap
Kau pencerah hati yang berelung pekat
Inginku puja namamu mengereta
Inginku peluk tubuhmu merekat erat
Cerah mentari pagi penghilang gelap
Kau pencerah hati yang berelung pekat
Kasih,
Saatnya telah tiba
Gembok besi berlapis baja telah ku pasang
Sahutlah kunci dari bidadari
Kunci hatiku agar tak lagi ada yang membukanya
Saatnya telah tiba
Gembok besi berlapis baja telah ku pasang
Sahutlah kunci dari bidadari
Kunci hatiku agar tak lagi ada yang membukanya
Kasih,
Karena ku yakin akan putihnya kita
Alasan tak akan terlontar mengapa kita bersama
Hanya Tuhan yang mengerti akan ketulusanku
Hanya Tuhan yang tau akan kehangatanmu
Karena ku yakin akan putihnya kita
Alasan tak akan terlontar mengapa kita bersama
Hanya Tuhan yang mengerti akan ketulusanku
Hanya Tuhan yang tau akan kehangatanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar