Kamu
Nikmatilah rindu
Karena ia tak lagi bersama siang
Nikmatilah rindu
Karena malam terus menjaganya
Karena ia tak lagi bersama siang
Nikmatilah rindu
Karena malam terus menjaganya
Rindu
Kutemukan matahari kedua jauh didalam bola matanya
Cahayanya melebihi kata silau
Entah itu imajinasi atau fatamorgana belaka
Tapi benar,
Kutatap ia dalam-dalam saat senja itu
Kutemukan matahari kedua jauh didalam bola matanya
Cahayanya melebihi kata silau
Entah itu imajinasi atau fatamorgana belaka
Tapi benar,
Kutatap ia dalam-dalam saat senja itu
Ya,
Senja yang bagi orang lain menenggelamkan segalanya, tapi
Tidak bagiku
Justru itu awal dari sebuah rindu
Hitunglah, berapa banyak patahnya hati saat malam, dan
Sekian meratanya malam dijadikan lahan diawalinya sebuah panggilan sayang
Senja yang bagi orang lain menenggelamkan segalanya, tapi
Tidak bagiku
Justru itu awal dari sebuah rindu
Hitunglah, berapa banyak patahnya hati saat malam, dan
Sekian meratanya malam dijadikan lahan diawalinya sebuah panggilan sayang
Salah? Atau benar? Lantas,
Rindu seperti apalagi yang ku janjikan?
Rindu seperti apalagi yang ku janjikan?
Karena melankolosme ku, kini tak lagi bersembunyi dibalik malu
Ia mencuat dan menjelajah masa lalu
Malam dan rindu
Arti mengapa senja berarti untuk aku dan kamu
Ia mencuat dan menjelajah masa lalu
Malam dan rindu
Arti mengapa senja berarti untuk aku dan kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar